“Baru mengurus ijin saja kami
sudah harus me-reschadule perjalanan
sampai dua kali.”
Ya, Gunung Gede memang salah satu gunung yang untuk mendakinya
dibutuhkan pengurusan ijin yang cukup ketat karena merupakan kawasan konservasi.
Ekosistem alamnya sangat dijaga di bawah nama Taman Nasional Gede Pangrango
(TNGP).
Sudah dari bulan September, saya dan Didot berencana kesana. Saat itu, Didot
yang mengurus ijinnya harus menelan kenyataan pahit tidak dapat kuota. Padahal
uang sudah ditransfer. Alhasil kami ganti destinasi ke Gunung Papandayan.
Yang kedua 3 minggu setelahnya. Walau belum sempat transfer uang, tapi
lagi-lagi kuota jalur Cibodas habis dan karena
jalur Gunung Putri ditutup, hanya ada Selabintana, Sukabumi. Karena jauh
dan katanya banyak pacetnya, teman-teman saya yang lain tidak mau ikut. Itulah
kedua kalinya kami ditolak Gunung Gede.
Dengan sumpah si Didot yang akan mengganti nama Gunung Gede jadi Gunung
Tidak Gede, kami mencoba lagi 2 minggu setelahnya. Dan karena sumpah itu
akhirnya Gunung Gede luluh hatinya dan kita dapat kuota naik lewat jalur
Cibodas. Horeee !
Untuk pendaftarannya tidak beda dengan pendaftaran ujian masuk perguruan
tinggi. Kita harus registrasi online dengan menyerahkan biodata dan transfer
uang pendaftaran untuk dapat bukti pendaftaran yang akan ditukar Simaksi (Surat
Ijin Memasuki Kawawan Konservasi).