Jumat, 24 Februari 2012

Puncak Pertama Saya di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang


Berangkat pukul 3.00 pada tanggal 11 febuari 2012 saya bersama teman saya alim menuju Bentang Willem II Ungaran yang kami jadikan tempat kumpul. Menunggu sekitar 30 menit sambil mengisi perut di sebuah warung “kucingan” disana.

Kamipun lengkap (saya, alim, arka, bowo dan mbak putri) sekitar pukul 4.00 dan langsung menuju tujuan kami yaitu mendaki puncak Gunung Ungaran. Tujuan pertama kami adalah Camp Mawar di kaki Gunung Ungaran yang merupakan tempat pendataan para pendaki. Kami tiba disana sekitar pukul 5.30 dan melakukan pendataan, memarkir sepeda motor, dan melakukan solat maghrib.
Perjalan kami terusakan pada pukul 18.30 dari Camp Mawar menuju kampung Promasan yang merupakan checkpoint pendaki sebelum melanjutkan ke puncak Ungaran. Kami berlima menempuh perjalan sekitar 2 jam dengan track yang tidak terlalu extrim namun licin karena becek. Masalah muncul pertama ketika saya menggunakan sandal jepit dan hampir terpeleset sebelum kemudian menggantinya dengan sepatu. Sekitar ¾ perjalan menuju Promasan perut kami merasa keroncongan dan mulai mengeluarkan makanan yaitu kue bolang-baling dan cakue yang dingin karena hawa gunung. Cuaca menuju promasan cukup bersahabat dengan gemerlap bintang dan tatapan anggun rembulan serta pemandangan gemerlap lampu kota Semarang dan sekitarnya walaupun hujan sempat turun di sela-sela perjalanan kami.

Kami tiba di promasan pukul 20.30 dan langsung mencari camp kosong disana untuk beristirahat sebelum menuju puncak pada dini hari, kami melepas lelah ditemani teh hangat dan sajian pertandingan sepak bola Liverpool kontra M.U yang dimenangkan M.U dengan skor 2-1 di camp bernama Camp Biyung. Selesai beristirahat sejenak kami keluar untuk mencari makan malam. Makan seadanya dengan sayur buncis dan sebuah gorengan bakwan terasa nikmat untuk sejenak melupakan hawa dingin Gunung Ungaran. Selesai makan kamipun berusaha memejamkan mata untuk memulihkan energi untuk menuju puncak.

Pukul 2.30 dini hari, kami melanjutkan perjalan. Kami melewati hamparan kebun teh dengan track yang biasa. Namun masalah timbul saat kami salah arah dan tersesat selama 1,5 jam baru kemudian menuju jalan yang benar. Harapan kami melihat sunrise di puncak pupus ketika matahari muncul pada setengah perjalan kami menuju puncak. Salah satu pengalaman pertama yang tak terlupakan yaitu solat subuh di jalur pendakian beralaskan jas hujan dan berlatarkan intipan sang matahari. Kamipun tiba di puncak pukul 7.00 setelah melalui jalur yang agak sulit karena menanjak dan berbatu. Kesan pertamaku di puncak gunung adalah dingin, kakiku mati rasa karena sepatuku yang basah namun itu semua terbayar setelah kami menikmati sarapan buatan sendiri dan meminum secangkir kopi. Menu sarapannya sederhana, hanya dengan nasi yang tidak matang, mie insatan, dan sarden dicampur telur puyuh dan bakso, namun tempatnyalah yang bagi saya istimewa (2050 meter diatas permukaan laut). Rasa persaudaraan benar-benar terasa ketika semua harus berbagi.

Kamipun turun pada pukul 9.00 tanpa kendala dan menuju rumah masing-masing untuk mengenang kebersamaan menuju puncak gunung ungaran.



2 komentar :