Selasa, 07 Oktober 2014

Jendela di Sudut Kota Tua

Sebuah buku dengan hardcover berwarna coklat berjudul “Tokoh Wayang Terkemuka” begitu menarik perhatian untuk ditelusuri. Buku itu berbahan kertas seperti majalah, lengkap dengan gambar tokoh-tokoh pewayangan dari epos besar Ramayana dan Mahabarata. Selain menjelaskan profil-profil tokoh wayang, dalam buku itu dijelaskan juga tentang pesan moral dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kedua cerita agung tersebut. Ada juga bagian tetang bagaimana wayang seharusnya senantiasa dapat menjadi salah satu falsafah dalam menjalani kehidupan. Buku yang cukup menarik tersebut ditulis oleh Drs. H. Solichin. Penulis beberapa buku tentang perwayangan.

Perpustakaan Taman Fatahillah
Buku tentang salah satu budaya Indonesia itu adalah salah satu dari sederetan buku yang dipajang pada papan kayu di bawah tenda sederhana di sudut Kota Tua Jakarta. Perpustakaan Taman Fatahillah, begitulah namanya. Sebuah taman baca mini di tengah salah satu ikon wisata Kota Jakarta. Taman baca dengan sekitar 8 kursi dan 2 rak buku serta sebuah papan dengan sederetan buku, dapat menjadi tempat singgah para pengunjung Kota Tua sambil menambah ilmu atau meretas imajinasi.

Inovasi sudut kota ini sudah 6 bulan berdiri. Hasil dari kepedulian berbagai elemen masyarakat bernama Local Working Group (LWG). Mereka adalah bagian dari DMO (Destination Management Organization) bentukan Kementrian Pariwisata. Mereka menjadikannya semacam fitur tambahan bagi wisata Kota Tua selain bangunan tua, museum, dan penjual pernak-pernik.

Beragam Pustaka

Walaupun mini dan sederhana, namun koleksi bukunya cukup variatif sebagai referensi umum tentang sejarah, budaya, dan pariwisata Indonesia. Buku yang dideretkan pada papan dan dibuat paling menarik perhatian adalah buku tentang ke-Indonesia-an. Beberapa judul yang ada seperti Tokoh Wayang Terkemuka, Sejarah Perang-perang Nusantara, dan tentang sejarah Jakarta serta beberapa sejarah Kota Tua itu sendiri. Seperti buku berjudul Toko Merah.

Koleksi Buku Ke-Indonesia-an
Selain melengkapi nilai sejarah dari Kota Jakarta dan Indonesia, beragam buku lain juga ada disana. Mengakomidir semua umur. Buku bergambar untuk anak seperti Bernard Bear, kisah-kisah Nabi dan Rasul, dan komik Tintin juga ada pada salah satu rak.

Ragam pustakanya juga termasuk novel-novel dan buku-buku pengetahuan umum. Buku Andrea Hirata berjudul Padang Bulan juga ada disana. Semua buku tersebut dapat dibaca secara gratis. Namun tidak boleh dibawa keluar area perpustakaan. Dengan aturan seperti itu pun masih ada beberapa buku-buku yang hilang, terutama yang ukurannya kecil. Kata salah seorang penjaga yang memang menyambi sebagai penjaja sepeda onthel.

Perpustakaan ini buka setiap hari Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional dari pukul 09.00 – 17.00. Rata-rata pengunjung memang tidak dengan sengaja datang kesini untuk mengunjungi taman baca ini. Pengunjung lebih berminat untuk berfoto dengan latar bangunan-bangunan tua. Namun tidak ada salahnya, sambil melepas lelah dan meredam teriknya matahari, memanfaatkan ruang kecil beraura pengetahuan ini untuk sedikit membuka jendela melihat Indonesia dan dunia.

Koleksi Buku Lain

IndraRama
Jakarta, 7 Oktober 2014

Tidak ada komentar :

Posting Komentar