Minggu, 27 April 2014

Pinokito

Di sebuah negeri bernama Negeri Fantasinesia hiduplah Pinokito. Tinggal seorang remaja pengangguran tapi suka melucu di depan orang-orang.

Negeri itu saat ini sedang mengadakan pemilu. Berbeda dengan di negeri biasa, di negeri itu TPS-nya tidak dijaga dari awal sampai hasil suara diumumkan. Semuanya menggunakan sihir bernama “Sihir Pemilu”. Ada mantra rumit yang sudah dirumuskan para ahli untuk mengamankan pemilu dari kecurangan.

Tapi caleg selalu lebih maju curangnya. Dan salah satunya dilakukan Pinokito. Dia menemukan siasat jitu menambah suara.

“Kita manfaatkan orang-orang buta, nanti akan aku antar mencoblos dan aku yang mencobloskan, tentu sesuai kehendakku. Bagaimana?” Pinokito menjelaskan pada si caleg.

“Cerdas, kita tidak perlu merusak mantra.” Kata si caleg senang.

Singkat cerita Pino berhasil mengumpulkan sebelas orang buta. Dia antar ke TPS. Dan menjalankan rencana. Mantra itu tidak mendeteksi kecurangan, dia berhasil.

Tapi beberapa hari setelah si caleg menang di TPS itu, Pino tidak pernah keluar rumah. Bahkan di acara perayaan kemenangan sekalipun. Si caleg pun mengunjungi rumahnya.

“Pino, kamu keman sa… ja?” Tanya si caleg kaget melihat Pinokito.

Ternyata karena kecurangan itu jari Pinokito berubah warna jadi ungu semua. Dan yang lebih parah, karena dia mencoblos sebelas kali ditambah coblosan asli dia, jarinya bertambah menjadi dua belas.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar